Review Penelitian Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Etika Profesi Akuntansi

Review Penelitian

Judul :

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Etis Auditor (Survei pada auditor di Surakarta dan Yogyakarta).

Penulis :

Dewangga Yulie Firmanto

Penelitian ini merupakan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh Maryani dan Ludigdo (2001) ini mendorong penulis untuk kembali melakukan penelitian serupa dengan beberapa perbedaan, di antaranya :

  1. Survey di fokuskan pada para akuntan yang berada di Surakarta dan Yogyakarta
  2. analisis terhadap faktor-faktor penentu perilaku etis akuntan tidak secara deskriptif saja, tetapi menggunakan uji regresi sehingga bisa dilihat secara statistik mana faktor yang berpengaruh dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perilaku  etis  akuntan.

Perilaku  etis seorang akuntan  dikaitkan  dengan  kode  etik  akuntan  publik maka akuntan dituntut untuk berperilaku etis dalam melaksanakan kode etik akuntan publik yang telah ditetapkan oleh IAI.

Pengujian :

Pengujian validitas dan reliabilitas variabel penelitian; hasil pengujian asumsi  klasik  regresi  berganda;  pengaruh  religiusitas,  pendidikan, organisasional, emotional quotient dan lingkungan keluarga terhadap perilaku  etis auditor di Surakarta dan Yogyakarta.

Tujuan Penelitian :

  1. Mengetahui pengaruh religiusitas terhadap perilaku etis auditor.
  2. Mengetahui pengaruh pendidikan terhadap perilaku etis auditor.
  3. Mengetahui pengaruh organisasional terhadap perilaku etis auditor.
  4. Mengetahui  pengaruh emotional quotient terhadap perilaku etis auditor.
  5. Mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap peilaku etis auditor.

Manfaat Penelitian :

  1. Sebagai  sumbangan pemikiran  tentang  faktor-faktor  yang  dapat  mempengaruhi perilaku  etis auditor khususnya auditor di Surakarta dan Yogyakarta.
  2. Dapat memperkaya pengetahuan dalam mengaplikasi pengetahuan teoritis ke dalam situasi empirik.
  3. Dapat  menambah  wawasan  dan khasanah ilmu serta sebagai referensi yang berguna bagi peneliti selanjutnya.

Hasil penelitian :

Lima urutan teratas faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku  etis akuntan adalah faktor religiusitas (67,46%),  faktor pendidikan (17,75%), faktor organisasional (15,38%),  faktor  emotional  quotient (10,65%), dan faktor lingkungan keluarga (7,69%).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU
ETIS AUDITOR
(Survey pada Auditor di Surakarta dan Yogyakarta)
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Kesarjanaan Jenjang Strata I Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas
Muhammadiyah Surakarta
Disusun oleh:
DEWANGGA YULIE FIRMANTO
B 200 030 067
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2008
 

 

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Setiap profesi yang memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat harus
memiliki  kode  etik  yang  merupakan  seperangkat  prinsip-prinsip moral  dan
mengatur  tentang  perilaku  profesional.  Alasan yang  mendasar diperlukannya
perilaku  profesional  yang  tinggi  pada  setiap profesi  adalah  kebutuhan  akan
kepercayaan publik  terhadap  kualitas jasa  yang diberikan  profesi  terlepas dari
yang dilakukan secara perorangan.
Pada umumnya masyarakat sangat awam dengan yang dilakukan oleh suatu
profesi, hal ini mengingat kompleksnya pekerjaan yang dilaksanakan oleh profesi.
Masyarakat tentunya  akan  menghargai  profesi yang  menerapkan  standar mutu
tinggi dalam pelaksanaan pekerjaan anggota profesinya, karena dengan demikian
masyarakat  akan  terjamin  memperoleh  jasa  yang  dapat  diandalkan  dari  profesi
yang  bersangkutan.  Jika masyarakat pemekai jasa  tidak  memiliki kepercayaan
terhadap suatu profesi misalnya dokter, pengacara ataupun akuntan, maka layanan
profesi tersebut kepada klien dan masyarakat pada umumnya menjadi tidak efektif
(Mulyadi dan Puradiredja, 1996:45).
Dari sekian banyak profesi yang ada, salah satu profesi yang berkembang
cukup  pesat sekarang  ini  adalah  akuntan.  Sebagai  bukti  bahwa  profesi  akuntan
berkembang  dapat dilihat  dari  jumlah  akuntan  publik  di  Indonesia  yang  terus
mengalami
peningkatan
dari
tahun-ketahun
(www.djlk.depkeu.go.id).

 

Sebagaimana profesi yang lain, profesi akuntan di indonesia pada masa yang akan
datang  menghadapi  tantangan  yang  semakin  berat.  Untuk  persiapan  yang
berkaitan dengan profesionalisme profesi mutklak diperlukan. Seseorang akuntan
dikatakan  profesional  apabila memenuhi  beberapa  syarat, yaitu:  berkeahlian
(skill),  berpengetahuan, dan  berkarakter Machfoedz  (1997) dalam Maryani  dan
Ludigdo (2001). Karakter menunjukkan personality seorang profesional, yang di
antaranya diwujudkan dalam tindakan etisnya. Tindakan etis akuntan akan sangat
menentukan keberadaannya dalam peta persaingan di antara rekan seprofesi, baik
dari dalam negeri maupun dengan negara lainnya.
Berkembangnya profesi akuntan yang telah banyak mendapat pengakuan
dari berbagai kalangan seperti dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat luas. Hal
ini  disebabkan  karena
makin  meningkatnya
kesadaran
masyarakat  akan
pentingnya jasa akuntan. Di samping itu, perkembangan profesi akuntan publik
juga  didorong  dengan adanya  peraturan-peraturan  pemerintah.  Perusahaan  yang
berkeinginan  go  public di  pasar modal  salah  satu  syarat  yang  harus dipenuhi
adalah  laporan  keuangannya  sudah  diperiksa oleh  akuntan  publik  dua tahun
terakhir berturut-turut dengan pendapatan wajar.
Meskipun demikian, masyarakat belum sepenuhnya menaruh kepercayaan
terhadap profesi akuntan. Krisis kepercayaan yang menimpa akuntan di Indonesia
semakin
terlihat
jelas
seiring
dengan
terjadinya
krisis
ekonomi
yang
berkepanjangan  di  Indonesia.  Masalah  utama  yang  paling sering  dipersoalkan
berkaitan  dengan  kepercayaan  masyarakat  luas terhadap  profesi akuntan  adalah
etika profesi dari para akuntan tersebut dalam melaksanakan pekerjaannya.

 

Etika profesi dikeluarkan oleh organisasi profesi untuk mengatur perilaku
anggotanya
dalam
menjalankan  praktik  profesinya  bagi
masyarakat.  Etika
profesional bagi  praktik akuntan di Indonesia  diatur dalam Kode Etik  Ikatan
Akuntansi Indonesia yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
IAI
adalah
satu-satunya  organisasi  profesi  akuntan  Indonesia
yang
beranggotakan auditor dari berbagai tipe (auditor pemerintah, auditor intern dan
auditor independen), akuntan manajemen, akuntan yang bekerja sebagai pendidik,
serta  akuntan  yang  bekerja di  luar  profesi  auditor,  akuntan  manajemen dan
pendidik.  IAI  telah berupaya  untuk  melekukan  penegakan  etika  profesi  bagi
akuntan. Namun demikian, Perilaku tidak etis dari para akuntan masih tetap ada.
Hal ini terlihat dari laporan Dewan Kehormatan IAI untuk tiap-tiap periode selalu
adanya kasus pelanggaran etika. Seperti misalnya pada kongres IAI ke-VIII untuk
periode tahun  1994-1998  dilaporkan  bahwa pelanggaran  tentang obyektivitas,
komunikasi, standar  teknis dan  kerahasiaan.  Di samping  diketahui  dari laporan
Dewan Kehormatan IAI, pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi kadang kala
tidak sempat dilaporkan atau diadukan atau bahkan lolos dari pengawasan pihak
yang berkompeten.
Memperlihatkan apa yang terjadi tersebut, dan mengingat bahwa masalah
utama yang paling sering dipersoalkan berkaitan dengan etika profesi dari para
akuntan  tersebut  dalam
melaksanakan  pekerjaannya,  maka  perlu  kiranya
dilakukan  kajian  tentang  faktor-faktor yang  dapat mempengaruhi  perilaku  etis
auditor. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh Maryani dan Ludigdo (2001)
untuk  melihat  faktor-faktor yang  mempengaruhi perilaku etis akuntan  di  mana
survei
dilakukan
pada
para
akuntan
di
Indonesia.
Hasil
penelitiannya
menunjukkan  bahwa  lima
urutan  teratas
faktor-faktor
yang  mempengaruhi
perilaku  etis akuntan adalah faktor religiusitas  (67,46%),  faktor pendidikan
(17,75%), faktor  organisasional  (15,38%),  faktor  emotional  quotient (10,65%),
dan faktor lingkungan keluarga (7,69%).
Hasil penelitian Maryani dan Ludigdo (2001) ini mendorong penulis untuk
kembali melakukan penelitian serupa dengan beberapa perbedaan, di antaranya:
(1)
survey
difokuskan  pada  para
akuntan
yang  berada  di  Surakarta  dan
Yogyakarta, (2) analisis terhadap faktor-faktor penentu perilaku etis akuntan tidak
secara deskriptif saja, tetapi menggunakan uji regresi sehingga bisa dilihat secara
statistik mana faktor yang berpengaruh dan seberapa besar pengaruhnya terhadap
perilaku  etis  akuntan. Perlu  dikemukakan  di sini  bahwa perilaku  etis seorang
akuntan  dikaitkan  dengan  kode  etik  akuntan  publik.  Dengan  demikian  akuntan
dituntut untuk berperilaku etis dalam melaksanakan kode etik akuntan publik yang
telah ditetapkan oleh IAI.
Dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian
dengan  judul: ”FAKTOR-FAKTOR  YANG  MEMPENGARUHI  PERILAKU
ETIS AUDITOR (Survei pada auditor di Surakarta dan Yogyakarta).”
B.  Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang  masalah  maka perumusan  masalah  dalam
penelitian ini adalah:
1.
Bagaimana pengaruh religiusitas terhadap perilaku etis auditor?
2.
Bagaimana pengaruh pendidikan terhadap perilaku etis auditor?
3.
Bagaimana pengaruh organisasional terhadap perilaku etis auditor?
4.
Bagaimana pengaruh emotional quotient terhadap perilaku etis auditor?
5.
Bagaimana pengaruh lingkungan keluarga terhadap perilaku etis auditor?
C. Pembatasan Masalah
Pembatasan ruang lingkup penelitian ditetapkan agar dalam  penelitian
berfokus pada pokok permasalahan yang ada beserta pembahasannya, sehingga
tujuan penelitian tidak menyimpang dari sasaran.
Berdasarkan
perumusan
masalah
dan
relevansinya
dengan
judul
penelitian yang telah dikemukakan, maka ruang lingkup ini hanya dibatasi pada
masalah
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
perilaku
etis
auditor
yaitu:
religiusitas, pendidikan, organisasional, emotional quotient, dan lingkungan
keluarga.
Mengingat
keterbatasan
waktu,
tenaga,
dan
biaya,
maka
objek
penelitian ini hanya dibatasi pada beberapa KAP yang ada di Surakarta dan
Yogyakarta.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Mengetahui pengaruh religiusitas terhadap perilaku etis auditor.
2.
Mengetahui pengaruh pendidikan terhadap perilaku etis auditor.
3.
Mengetahui pengaruh organisasional terhadap perilaku etis auditor.
4.
Mengetahui  pengaruh emotional quotient terhadap perilaku etis auditor.
5.
Mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap peilaku etis auditor.

 

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat, yaitu:
1.
Bagi para auditor,  hasil penelitian  ini  dapat bermanfaat  sebagai  sumbangan
pemikiran  tentang  faktor-faktor  yang  dapat  mempengaruhi
perilaku  etis
auditor khususnya auditor di Surakarta dan Yogyakarta.
2.
Bagi penulis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan
penulis dalam mengaplikasi pengetahuan teoritis ke dalam situasi empirik.
3.
Bagi pembaca,  diharapkan  penelitian  ini  dapat  menambah  wawasan  dan
khasanah ilmu serta sebagai referensi yang berguna bagi peneliti selanjutnya.
4.
Bagi Universitas,  semoga hasil penelitian ini  diharapkan  dapat  menambah
perbendaharaan khasanah pustaka bagi perpustakaan.
F. Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran singkat, penelitian ini dibagi dalam lima bab
yang secara garis besarnya bab demi bab disusun sebagai berikut:
BAB I       PENDAHULUAN
Bab  ini menguraikan  tentang latar belakang  masalah,  perumusan
masalah,  pembatasan  masalah,  tujuan  penelitian,  manfaat  penelitian
serta sistematika penulusan penelitian.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bab  ini  menguraikan  tentang  teori-teori  yang  berkaitan  dengan  etika
dan  etika
profesi akuntan,  perilaku  etis auditor,  faktor-faktor yang
mempengaruhi  perilaku  etis  auditor,  tinjauan penelitian terdahulu,
serta perumusan hipotesis.
BAB III     METODE PENELITIAN
Bab  ini  menguraikan  tentang  jenis  penelitian,  populasi,  sampel,  dan
metode
pengambilan
sampel,
data
dan
sumber
data,
metode
pengumpulan  data,  variabel-variabel penelitian, definisi operasional
variabel  dan  pengukurannya,  serta  metode  analisis
data  yang
digunakan.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab  ini  menguraikan
tentang
gambaran  umum
responden;  hasil
pengujian validitas dan reliabilitas variabel penelitian; hasil pengujian
asumsi  klasik  regresi  berganda;  pengaruh  religiusitas,  pendidikan,
organisasional, emotional quotient dan lingkungan keluarga terhadap
perilaku  etis auditor di Surakarta dan Yogyakarta,  serta pembahasan
atas analisis data.
BAB V      PENUTUP
Bab ini menguraikan tentang simpulan yang dapat diambil dari analisa
yang terdapat pada bab-bab sebelumnya, beberapa keterbatasan yang
mungkin  mempengaruhi  hasil  penelitian,  dan  saran-saran  untuk
penelitian berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s