Tersadar

Tersadar

Pada awalnya ku berfikir untuk hanya menjadikan blog ini sebagai salah satu tugas di mata kuliah soft skill tetapi akhirnya ku tersadar bahwa sebenarnya selain sebagai mediator untuk mengirimkan tugas-tugasku,  blog sangatlah berguna bagi diriku sendiri karena dapat membuat ku berlatih menulis apa yang ingin ku sampaikan.

Dapat dikatakan aku adalah tipe orang yang hanya suka melihat, membaca, mendengarkan sesuatu.. dan sedikitr berbicara seperti halnya orang yang kurang aktif , bukan berarti aku tidak bisa menulis tetapi aku hanya dapat menulis apa yang aku anggap hanya diriku yang mengerti maksudnya dan pantas untuk dibaca.

Aku bukan tipe orang yang bisa menulis apa yang ingin ku ungkapkan, karena sedari kecil aku tidak terbiasa untuk menulis diary, bukan karena ku tidak memiliki diary..tetapi karena aku pernah mengalami suatu kejadian yang sangat tidak menyenangkan.

Kejadiannya bermula saat aku kecil, aku merasa tidak dianggap oleh keluargaku sendiri, karena di mataku kakak perempuankulah yang selalu dibanggakan oleh orang tua dan keluarga besar. Padahal tidak seperti itu sebenarnya, mereka tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanku. Semua hanyalah pandanganku semata.

Tidak tahu mengapa aku bisa berfikir seperti itu. Kemungkinan besar karena faktor tertekan dengan keadaan yang ada, karena aku dan kakak perempuanku memiliki perbedaan yang timpang, baik dari segi fisik maupun dari segi intelektual.. dan satu-satunya yang bisa ku lakukan  adalah dengan mencurahkan isi hatiku ke dalam tulisan lewat media diary.

Tetapi suatu ketika saat aku lalai menyimpan diaryku itu, akhirnya terungkaplah semua apa isi hatiku dan yang lebih membuatku merasa tak enak hati yang membacanya ialah kakak perempuanku… hingga akhirnya ia membangunkanku, menangis dan memelukku seraya meminta maaf atas semuanya seakan ia tersadar telah menyabotase seluruh perhatian orang tuaku bahkan saat itu ia berjanji untuk membantuku melewati masa-masa sulit menemukan jati diriku.

Semenjak itu aku tidak pernah lagi untuk menulis diary.. jadi aku hanya mengkoleksinya saja hingga sekarang.

Sungguh sangat lucu apabila aku berada dikamarku, terdapat lemari yang penuh dengan buku-buku cerita dan juga tumpukan diary, tetapi apabila dibuka diary-diaryku hanyalah lembaran-lembaran kertas yang kosong.

Saat aku mulai beranjak dewasa dan mulai menemukan jati diriku aku sudah menemukan solusi untuk masalah tekanan yang kuhadapi, yaitu dengan bicara karena dengan bicara aku dapat mengungkapkan isi hatiku dan mencurahkan perasaan mengenai apa yang terganjal di dalamnya.

Pada kali ini aku akan belajar untuk menulis..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s