PENERAPAN SISTEM PENDIDIKAN YANG BERBEDA

PENERAPAN SISTEM PENDIDIKAN YANG BERBEDA

Jelas kita ketahui bahwa sistem pendidikan di Amerika berbeda dengan di Indonesia. Amerika jauh lebih baik dari Indonesia, dilihat dari pendidikan dasar yang diterapkan sangat berbeda.

Sistem Amerika menekankan pada kreatifitas dan kritis dalam segala hal. Siswa diberikan materi pelajaran yang tidak hanya dari buku-buku, tetapi juga dengan keadaan secara nyata dengan meneliti alam sekitar. Pengajar mengusahakan agar siswa tertarik pada subjek ataupun objek yang dipelajari, sehingga mereka akan senang datang ke sekolah dan mengerjakan tugas. Di Amerika tiap anak diterima dengan segala perbedaannya, kemapuan sekecil apapun dihargai, sehingga termotivasi untuk belajar dan berprestasi.

               Daya kreatifitas dan inisiatif sangatlah dihargai, motivasi dan keberanian bertanya yang menimbulkan percaya diri anak meningkat dikembangkan dengan baik. Kretifitas dikerjakan menurut imajenasi, bukan karena harus menuruti perintah pengajar semata.

 

               Sedangkan di Indonesia, berbeda karena kreatifitas dan sikap kritis tidak dikembangkan sedari kecil, karena dibatasi oleh kultur yang tidak sibiasakan untuk bersikap individual yang kritis. Tiap anak terbiasa mengikuti apa yang dikatakan pengajar, tidak atas dasar kreatifitas imajenatif anak.

 

Di Amerika kesempatan memperoleh pendidikan bagi seluruh warga sudah lama diberlakukan. Wajib belajar mulai dari SD sampai SMA. Tapi pemerintah menggratiskan biaya sekolah sejak TK sampai SMA untuk sekolah-sekolah negri. Kultur budaya Amerika bahwa pendidikan menjadi tugas bagi keluarga dan masyarakat. Masyarakat merasa memiliki hak yang sangat kuat untuk menentukan sistem pendidikan seperti apa yang paling tepat . Pada tahun 2001 diluncurkan kebijakan NCLB atau No Child Left Behind atau Tak ada satupun anak yang tertinggal dibelakang. Kebijakan ini terkait dengan mutu atau kualitas anak didik.

Di Indonesia kita mengenal wajib belajar SD dan SMP.  Pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab dari  Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. Sistem pendidikan kita terlalu memaksa anak untuk dapat menguasai sekian banyak bidang studi dengan materi yang sedemikian abstrak, membuat anak merasa tertekan/stress yang dampaknya membuat mereka suka bolos, bosan sekolah, tawuran, mencontek, dan lain-lain. Yang pada akhirnya mereka tidak dapat mengerjakan ujian dengan baik. Sistem pendidikan Indonesia harus diubah, tidak memaksakan siswa, kurikulum disesuaikan dengan kompetensi dasar masing-masing siswa, bidang studi yang diajarkan tidak terlalu banyak dan materi untuk tiap bidang studi disesuaikan dengan perkembangan siswa.

One response to “PENERAPAN SISTEM PENDIDIKAN YANG BERBEDA

  1. bagus articlenya. aku suka.!! cuma, yang sebenarnya aku pengen tau tu,, klo di indonesia kan SD,SMP,SMA ada yang namanya semester pertama (ganjil) atau semester 2 (genap) dalam setiap 1 tahun belajar. lalu, kalau di amerika gimana.? apakah ada semester2 kayak di indonesia.?? jwb ya.. pleassee. aku pingin tau.!
    by: rizky (siswa SMA R.A kartini Tebing Tinggi, Sumatra Utara)
    .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s